Uniknya Proses Rekrutmen, Ada yang Bikin Geleng-geleng

Dalam dunia kerja proses rekrutmen menjadi tahapan wajib untuk hampir seluruh karyawan yang akan bergabung. Namun demikian ternyata tidak ada standar pasti dalam prosesnya. 

uniknya proses rekrutmen


Bisa jadi tiap perusahaan akan menerapkan metode yang berbeda-beda meski sejatinya memiliki alur yang sama. Tujuan sudah pasti menemukan kandidat terbaik untuk  mengisi posisi yang kosong.


Namun demikian sejatinya secara internal perusahaan tetap memiliki standar operasional prosedur. Hanya saja dengan beberapa pertimbangan maka dilakukan modifikasi untuk efisiensi.


Terutama saat ini dimana pandemi belum berakhir. Cara-cara lama atau konvensional sudah pasti akan ditinggalkan.


Alat tes yang digunakan pun harus dimodifikasi. Tanpa melibatkan teknologi pastinya ritus dalam rekrutmen akan terasa berat.

Baca juga: Drama Kids Zaman Now dalam Dunia Kerja

Alur Proses Rekrutmen


Berbicara tentang proses pastinya kita akan mencari jawab sebenarnya ada kebutuhan berapa dan untuk apa. Tanpa ada jawaban ini maka kelak ketika bergabung bisa jadi akan akan tidak optimal.


1. Menentukan Budget


Man Power Planning (MPP) harus sejak awal ditentukan untuk satu tahun ke depan. Di dalamnya juga terdapat jobdesk dan target yang harus dicapai. 


Bila hal ini terpenuhi maka akan memudahkan tim rekrutmen untuk mencari kandidat yang sesuai. Dikatakan sesuai ini setidaknya kualifikasi disyaratkan bisa ditemukan jadi bukan hanya sebatas faktor intelektual semata.


Dalam dunia kerja faktanya intelektual bukan lagi menjadi prioritas. Lebih dari itu yang akan menjadi fokus sudah pasti integritas, kerja sama tim dan bisa jadi ada nilai-nilai lain yang diterapkan perusahaan.


2. Pasang Iklan


Selanjutnya bila tahu target dan kualifikasi dibutuhkan maka saatnya pasang iklan. Bagi perusahaan besar dan populer hendaknya mencantumkan kualifikasi dengan detail.


Cara ini cukup efektif untuk meminimalkan proses rekrutmen. Jangan sampai kandidat yang tidak sesuai diproses terlalu panjang. Kalau saja hal ini terjadi pastinya yang rugi adalah tim rekrumen sendiri.


Lain cerita bila perusahaan yang belum begitu besar dan tidak terkenal. Dalam membuat materi iklan jangan terlalu spesifik.


Hal ini bertujuan untuk menjaring kandidat potensial lebih banyak. Kalau pun tidak cocok untuk satu posisi masih bisa diproses untuk bagian yang lain.


3. Seleksi Administrasi


Dalam praktiknya konfirmasi dengan user menjadi hal utama yang harus dilakukan. Jangan sampai proses panjang dilakukan dan ternyata tidak ada kriteria dibutuhkan user.


Ingat sumber daya manusia itu unik dan tiap user memiliki kualifikasi yang berbeda-beda. Bila dalam CV tidak terlampir informasi detail maka saatnya gunakan media sosial.

Khususnya untuk level managerial ke atas ada baiknya lakukan checking akan riwayat keuangan. Usahakan kandidat tidak memiliki utang atau tanggungan yang besar atau melebihi dari gaji yang ada.


Potensi masalah di depan mata bila benar kandidat memiliki sangkutan di banyak bank atau lembaga keuangan. Bisa jadi dalam keadaan terdesak ia akan menggunakan posisi untuk mendapat penghasilan lebih.


4. Tes


Di sini tes itu bisa jadi psikotes terkait dengan kecerdasan, kepribadian hingga emosional. Berbagai tes ini dibutuhkan untuk mengungkap sisi lain dari kandidat.


Apapun alasannya alat tes ini harus ada meski masih pada taraf sederhana. Kalaupun tidak bisa membuat maka setidaknya bisa menggunakan alat tes yang ada.


Tim rekrutmen biasanya akan sangat mudah mendapat alat tes untuk kegiatan ini. Jangan lupa pelajari dan kuasai dalam hal scoring atau interpretasi.


Jangan sampai salah dan kemudian bias. Idealnya ada 2 atau 3 alat tes serupa untuk mengkonfirmasi hasil agar lebih valid.


Dalam praktiknya bisa jadi akan ditemukan metode tes yang tak biasa dan bikin geleng-geleng. Dimana kandidat telah diobservasi sejak masuk kantor melalui kamera pengintai.


Pada satu kesempatan saya pun pernah merasakan hal ini. Dimana kandidat diminta datang pukul 08.00 WIB dan hingga pukul 16.30 WIB atau saatnya pulang tidak ditemui sama sekali. 


Kala itu kami ternyata sedang mengikuti serangkaian ujian kesabaran. Bagi yang tidak mau menunggu bisa jadi akan pulang di tengah jalan. Atau bagi mereka yang tidak terima maka akan datang menemui tim rekrutmen dan menanyakan kapan diproses.


5. Interview


Selain menggunakan alat tes pastikan interview juga dilakukan untuk mengkonfirmasi hasil tes di dapat. Berbekal hasil tes dan checking yang ada maka tim rekrutmen akan lebih leluasa untuk menggali informasi lebih dalam.


Jangan lupa pertanyaan basic tetap dilakukan untuk memastikan benar atau tidak informasi diberikan. Tim yang melakukan interview khususnya user upayakan jangan hanya seorang saja.


Idealnya adalah 3 sehingga bisa saling mengingatkan kalau saja ada hal yang patut di cek kembali. Selama proses tes dan interview ini pula jangan lupa untuk melakukan observasi.


Bisa jadi ada gerakan-gerakan yang tak biasa muncul, hal ini tentu menjadi catatan khusus. Terlebih pasca masuknya pandemi semua kegiatan dilakukan secara online. Dimana potensi kandidat untuk berbuat hal yang tidak seharusnya lebih besar 


6. Penawaran Kerja


Bila hal-hal diatas sudah dilakukan maka saatnya melakukan offering letter atau penawaran kerja. Hal ini wajib dilakukan untuk memastikan angka remunerasi atau benefit tersampaikan dengan baik kepada karyawan.


Menjadi kegagalan besar pastinya bila proses panjang telah dilakukan dan hal ini tidak terdistribusi dengan baik. Jangan sampai karyawan kelak ketika bergabung bertanya, “benefit saya apa saja dan berapa jumlahnya ya?”   

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama