Bekerja adalah

Bekerja sebagai human capital, khususnya di bagian rekrutmen tentu menjadi satu pengalaman yang menarik. Dimana ada satu pertanyaan akan muncul banyak jawaban dan dari sini kita bisa menggali latar belakang kandidat. Semisal saat interview mengajukan pertanyaan klasik, “Bekerja adalah.....?”


bekerja adalah
joko yugiyanto


Sangat sederhana sekali tentunya, cuma 2 kata, bekerja adalah dan silakan lengkapi sendiri. Kita, saya tak terkecuali mendefinisikan bekerja dalam banyak arti.


Semua itu tentu sangat dipengaruhi akan motivasi dan latar belakang yang bersangkutan. Artinya apapun jawaban yang muncul kemudian tidak bisa dikatakan salah  atau benar.


Jawaban akan pertanyaan bekerja adalah harus dijawab siapa saja. Dengan menjawab satu pertanyaan sederhana ini setidaknya kita bisa mengenali siapa diri kita.


Ingat dalam satu hari bisa jadi kita akan di kantor tidak kurang dari 8 jam dan dalam satu minggu tidak kurang dari 40 jam. Jangan sampai waktu terus bergulir dan ternyata kita berjalan di tempat.  


Yang bisa dilakukan adalah menggali seberapa dalam alasan bekerja itu muncul. Bila tidak cukup kuat atau meyakinkan ada baiknya pahami dulu bekerja itu apa.


Disini saya hanya akan memaparkan dari apa yang saya pahami. Dengan demikian saya akan menggunakan disclaimer bahwa tulisan ini bukanlah satu kebenaran.


Hal ini karena setiap orang bisa mendefinisikan bekerja dengan jawaban yang berbeda-beda. Namun setidaknya ada beberapa padanan kata bekerja adalah yang sering muncul sebagai jawaban calon karyawan.


Baca juga: Uniknya Proses Rekrutmen, Ada yang Bikin Geleng-Geleng


Bekerja adalah


Mencoba merunut pada kamus besar atau glosarium maka bekerja dapat dikatakan sebagai melakukan kegiatan / pekerjaan paling sedikit satu jam berturut-turut selama seminggu. Tujuannya adalah untuk memperoleh atau mendapat keuntungan. Keuntungan dimaksud bisa jadi adalah upah atau benefit dalam bentuk lain.


Dengan demikian ketika ada pertanyaan bekerja adalah mendapat penghasilan itu adalah sesuatu yang sah dan realistis. Namun faktanya kini pemberi kerja tidak bisa hanya mendapat pekerja atau karyawan yang mau mem-barter waktu diberikan dengan sekian rupiah atau benefit lain.


Harus ada value lain yang bisa diberikan dan upah atau keuntungan berupa finansial itu hanyalah akibat dari hasil pekerjaan. Secara sederhana pastinya bekerja akan mendapat keuntungan finansial tapi saya ingin lebih menekankan ada hal lain yang bisa didapat ketika seseorang bekerja.


Baca juga: Percayakah Kamu, Jodoh dan Rezeki Sudah Digariskan


Ragam Jawaban tentang Definisi Bekerja


Belasan tahun menjadi part of human capital di bagian rekrutmen. Dan selama itu pula ribuan orang pernah saya interview dan mayoritas jawaban mereka ketika ditanya bekerja adalah mencari uang. 


Namun selain itu ada juga kandidat atau pelamar yang cukup menarik dimana mereka bisa memberikan jawaban yang berbeda. Sebagai contoh bagi mereka yang fresh graduate atau baru lulus kuliah akan mengatakan saat ini bekerja adalah mencari pengalaman dan mengotimalkan potensi yang ada dalam diri mereka.


Bagi mereka yang cukup punya pengalaman tapi belum cukup lama akan mengatakan bekerja adalah karir. Mereka ini adalah kelompok yang meyakini bekerja adalah satu cara bagaimana mereka akan meningkatkan karir.


Entah itu dari level staf ke supervisor, atau supervisor ke manager dan seterusnya. Percaya bahwa dengan adanya karir yang baik maka benefit atau pendapatan juga akan mengikuti.


Mereka yang telah cukup matang dalam bekerja dan menikmati apa yang dikerjakan maka akan mengatakan bekerja adalah ibadah. Satu cara untuk memberi value atau nilai bahwa setiap orang harus bisa bermanfaat untuk orang lain.


Bekerja bukan lagi hanya untuk mendapat penghasilan atau karir. Tapi mereka ini ingin juga membantu yang lain.

   

Jawaban yang cukup menarik di dapat dari mereka yang cukup kritis dimana bisa mendefinisikan bekerja adalah harga diri. Dimana mereka ini biasanya akan memberikan sesuatu yang lebih dari apa yang ditargetkan.


Ada rasa malu untuk gagal dan senantiasa melakukan yang terbaik. Bekerja bukan lagi hanya sebatas transaksional atau dalam ruang lingkup jam / waktu bekerja semata. 


Pertanyaan selanjutnya tentu kembali ke kita. Saat ini kita berada di level mana. Apakah hanya sebatas mem-barter waktu, sarana berekspresi, cara untuk mendapat sesuatu yang lebih, atau satu cara untuk beribadah.


Temukan jawaban itu secepat mungkin. Jangan sampai terlambat dalam mengenali diri sendiri dan yang ada kemudian hanya penyesalan.


Ingat waktu akan terus berjalan dan tidak bisa diputar kembali. Apapun jawabannya tentu akan saya kembalikan kepada masing-masing individu.


Andai kamu usai membaca tulisan ini ada definisi lain terkait bekerja adalah silakan tulis dikolom komentar.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama