Menerapkan Sales Funnel dalam Rekrutmen

Dalam dunia kerja pasti kita mengenal istilah sales funnel. Dan jangan salah, ini tidak saja hanya berlaku untuk devisi marketing saja tapi bisa diterapkan di bagian lain khususnya di departement human resource, tepatnya dibagian rekrutmen.

sales funnel dalam rekrutmen
pixabay.com


Saya pun selama ini dibagian ini wajib menerapkan metode ini. Tujuannya sudah pasti untuk mengukur seberapa efektif atas pekerjaan yang kita lakukan.


Bukankah semua pekerjaan di industri itu harus terukur karena erat kaitan nanti dalam kaitan remunerasi. Dengan Sales Funnel kita pun bisa mengukur tingkat kesuksesan (key performance indikator) atas apa yang kita kerjakan.


Sebelum berbicara lebih lanjut dalam kaitan performance maka ada baiknya kita paham betul apa konsep dari sales fannel ini.


Baca juga: Mencoba Peruntungan Menjadi Reseller Tangan Pertama


Pengertian Sales Funnel


Dapat diartikan sebagai strategi untuk mendapatkan penjualan yang optimal dengan cara menggiring prospek berpindah dari satu kondisi ke kondisi lainnya. Dalam dunia marketing dapat terlihat dari orang yang belum tahu menjadi tahu. Selanjutnya dari tahu menjadi tertarik dan berikutnya terjadi transaksi.  


Untuk memudahkan prosesnya mereka biasa membuat kuadran yang terbagi atas 4 bagian:


Kuadran IV: masyarakat luas yang belum tahu produk kita

Kuadran III: mereka yang telah tahu produk kita tapi belum ada niat membeli

Kuadran II: mereka yang telah ada niat membeli tapi pikir-pikir

Kuadran I: konsumen yang sebenarnya (melakukan pembelian)


Mindset yang ada dalam dunia marketing tersebut tentu bisa diadaptasi untuk bagian lain tak terkecuali di bagian rekrutmen.


Tahapan Sales Funnel dalam Rekrutmen


Mereka para jobseeker atau pencari kerja ini juga akan kita bagi menjadi 4 kuadran. Pembagian ini untuk memudahkan bagi kita dalam melakukan treatment atau penanganan yang pas.


Logika sederhana Sales Funnel dalam Rekrutmen


Kuadran IV

Mereka yang termasuk dalam kuadran ini adalah masyarakat luas yang belum tahu perusahaan kita. Alternatifnya kita harus promosi lebih masih agar orang lain tahu kita ada dan membuka formasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.


Kuadran III

Sering kali orang lain tahu bahwa kita membuka lowongan tapi mereka belum ada keinginan melamar. Mereka ini harus mendapat edukasi atau wawasan bila perusahaan kita cukup baik untuk mereka lamar. 


Kuadran II 

Pada kuadran ini seringkali pelamar melakukan perbandingan dengan perusahaan lain yang sejenis untuk kemudian memutuskan akan memasukkan lamaran ke mana.


Kuadran I

Inilah kandidat potensial yang kita miliki karena mereka telah memasukkan surat lamaran ke tempat kita. Semakin banyak semakin bagus. Lebih penting dari itu ada kualifikasi minimal yang kita butuhkan ada pada si kandidat. 


Dengan demikian kita akan lebih leluasa untuk memilih sesuai kebutuhan perusahaan.


Baca juga: Tips Karir Sukses Bagi Freshgraduate


Dengan cara itu tentu kita bisa mengukur setiap bulannya. Berapa database yang masuk apakah cukup melimpah, biasa saja atau cenderung minim. Selanjutnya kita bisa mengukur juga berapa banyak kandidat yang datang saat dilakukan proses rekrutmen.


Dari yang datang tersebut dan mengikuti proses hingga akhir ada berapa yang join. Semua data itu harus bisa disajikan dalam bentuk prosentase. Setiap bulan direkap dan dilakukan perbandingan untuk melihat trend dari bulan ke bulan.


Jadikan semua itu sebagai acuan dalam proses pemenuhan sumber daya manusia. Nantinya kita sebagai human capital akan tahu kapan data base itu melimpah dan kapan akan minim.


Tak hanya itu saja tapi banyak data bisa di dapat dari proses sales funnel ini. Data tersebut antara lain jenis kelamin pelamar, latar belakang pendidikan, range usia, ekspektasi gaji, dan lain-lain.


Bila dalam dunia marketing cara ini digunakan untuk mendapat profit sebanyak mungkin dengan modal minimalis. Maka dalam dunia human resource tak jauh beda.


Dengan semua data itu tentu makin mudah bagi kita untuk menentukan sumber daya potensial yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Ingat the right men on the right place. 


Cara ini juga memudahkan bagi kita untuk memiliki formula yang tepat guna memenuhi kebutuhan SDM di perusahaan. Formula yang kurang tepat bisa jadi akan membuat kita sering coba-coba.


Hal itu tentu membahayakan karena sebagai seorang recruiter tentu ada target yang harus dipenuhi. Proses pemenuhan SDM bila tidak solid maka akan sangat bahaya karena berimbas pada roda organisasi.


Bagaikan darah yang alirannya tidak sempurna di dalam tubuh. Dalam perusahaan pun SDM di anggap sebagai sesuatu yang sangat vital karena tanpa mereka perusahaan akan lumpuh.


Untuk sampai pada kuadran I tentu tidak terjadi secara tiba-tiba tapi ada tahapan yang harus dilalui. Tidak boleh gegabah tapi hendaknya terstruktur dan sistematis agar kelak mudah menggunakan data dalam proses pengambilan keputusan.


Dengan mengetahui efektifitas sales funnel dalam rekrutmen maka kita pun bisa menerapkan konsep ini dalam kehidupan sehari-hari. Terutama bagi mereka yang memiliki usaha agar tidak begitu-begitu saja khususnya yang memiliki produk agar lebih laris. 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama