13 Kesalahan Interview Kerja yang Sering Terjadi

Bagi mereka yang telah memiliki pengalaman terbang dalam bekerja termasuk di dalamnya interview kerja mungkin hal ini bukan satu kendala berarti. Lain cerita bagi mereka yang masih fresh graduete bisa jadi proses ini menjadi satu yang sangat menakutkan.
interview kerja
pixabay.com
Interview kerja pada dasarnya adalah satu kesempatan baik bagi perusahaan selaku pemberi kerja dan jobseeker sebagai pencari kerja untuk sama-sama mencari tahu. Apa yang ingin digali bisa ditemukan atau lebih tepatnya ditanyakan pada momen ini.

Hanya saja yang terjadi seringkali 80 persen milik perusahaan dan 20 persen milik kandidat. Meski peluang bertanya relatif lebih sedikit tapi bila dimanfaatkan dengan optimal tentu akan menambah nilai jual kandidat.


Kesalahan Interview Kerja Berakibat Fatal


Dikatakan kesalahan fatal karena memang harusnya hal-hal ini tidak perlu terjadi bila memiliki persiapan yang cukup matang. Tanpa persiapan layaknya seorang prajurit yang hendak berperang dengan modal apa adanya. Sudah pasti ia bisa ditembak dari segala penjuru.

Lain cerita bila memang mempersiapkan diri sebaik-baiknya maka sudah pasti memiliki potensi untuk menang. Tak sedikit pula mereka yang mampu melakukan ini menjadi satu talent yang dicari perusahaan.

13 Kesalahan Fatal Interview Kerja yang Sering Terjadi:


1. Tidak Antusias


Kesalahan pertama ini bila terjadi akan langsung menurunkan nilai di depan HRD dan user tentunya. Hampir dipastikan semua user ketika ingin memiliki tim hal pertama yang ingin dilihat adalah semangat kerja atau memiliki rasa antusias tinggi.

Bila di waktu interview saja tidak menunjukkan tanda-tanda ketertarikan bisa jadi saat kerja yang ada asal selesai. Tanpa memberikan daya upaya terbaik.

Bentuk antusias ini pun bisa terlihat dengan kasat mata seperti tidak datang terlambat. Upayakan datang lebih awal dari waktu yang ditentukan agar bisa atur napas juga.

Selain itu juga terlihat dari cara berpakaian. Mereka yang memang tertarik akan posisi ditawarkan tentu akan menempatkan diri layaknya diposisi tersebut.

Jangan lupa matikan ponsel sesaat selama proses interview. Jangan sampai fokus terganggu karena suara yang tidak perlu.


2. Terlalu Percaya Diri


Percaya diri boleh tapi terlalu percaya diri jangan. Orang yang terlalu percaya diri memiliki kecenderungan arogan dan sok tahu. Menjadi bahaya bukan bila belum memiliki kompetensi yang cukup.

Oleh karena itu bila ingin tampil percaya diri harus didukung data dan fakta. Jangan pernah menawarkan sesuatu yang berlebihan karena bisa jadi akan terlihat seperti pembual saja.

Tampil apa adanya dan natural jauh lebih baik. Paling penting kuasai situasi bahwa kandidat adalah orang yang siap kerja.


3. Datang Tanpa Persiapan


Persiapan di sini tentu ada banyak maknanya. Setidaknya pelajari profil perusahaan dilamar dan jobdesk akan apa yang dikerjakan nantinya dikuasai betul.

Kumpulkan berbagai informasi yang nantinya bisa saja ditanyakan. Jangan sampai ada hari H merasa bingung tidak bisa menjawab pertanyaan karena kurang persiapan.

Bisa juga menggunakan ceklist terutama dikaitkan dengan posisi dilamar. Semisal melamar posisi admin dan tentunya ada berbagai syarat semisal kemampuan menggunakan Office khususnya Microsoft Excel.

Dalam prakteknya terdapat beberapa rumus dasar yang harusnya dikuasai semisal pivot dan look up. Bila dalam masa ini saja tidak bisa menjawab maka bisa jadi datang sudah siap kalah.


4. Menunjukkan Energi Negatif


Lakukan proses interview dengan suka cita. Jangan sekali-kali menunjukkan energi negatif meski bisa jadi interviewer menanyakan satu hal yang tidak dipahami atau kuasai.

Bisa jadi mereka sedang menguji seberapa dewasa dan bijak satu kandidat ketika bertemu dengan masalah. Energi yang meledak-ledak sebisa mungkin juga tidak nampak karena sesuatu yang berlebihan itu juga kurang baik.

Ingat bahasa tubuh lebih mudah terlihat daripada bahasa verbal dan seorang HRD yang handal pasti tahu betul mana yang tulus dan dibuat-buat.


5. Terlalu Banyak Membagi Informasi


Jangan pernah sekali-kali show up saat interview kerja. Berikan informasi yang secukupnya dan relevan. Dan kalau bisa beri satu “kuncian” yang membuat HRD dan User berkata, “ini kandidat harus bergabung dengan tim saya dan saya butuh orang ini”.

Kandidat yang cerdas cenderung tidak memberikan informasi yang banyak. Detail akan apa yang bisa ia kerjakan nanti akan diberikan saat telah bergabung.

Terutama untuk beberapa posisi vital seperti marketing dan business development. Terlalu banyak cerita di awal bisa jadi terjadi blunder. Belum tentu bergabung tapi ide bisa diambil perusahaan untuk kemudian mereka eksekusi.

Dalam beberapa kasus, terkadang kandidat lupa diri dan cenderung curhat atas apa yang terjadi. Jangan pula sekali-kali mencoba berbohong karena para HRD dan user ini tidak akan langsung percaya begitu saja. Mereka akan melakukan crosschek hingga konfirmasi untuk memastikan satu kebenaran.


6. Terlalu Menutup Informasi


Bila poin sebelumnya terlalu banyak memberikan informasi itu tidak baik maka menutup informasi itu juga tidak baik. Ingat proses interview adalah saat untuk menjual diri.

Jangan ragu untuk menceritakan kemampuan terbaik yang dimiliki. Lakukan ini dengan didasari bukti semisal sertifikat pencapaian.

Jangan sekali-kali menggunakan jawaban ya dan tidak karena ini menunjukkan kandidat tidak memiliki pemahaman yang cukup baik.


7. Tidak Menunjukkan Perilaku Sepantasnya


Seringkali attitude pelamar terlihat dalam masa interview ini. Baik selama menunggu atau selama proses wawancara.

Perilaku yang tidak pantas salah satunya adalah tidak fokus saat interview. Bisa juga malah memainkan handphone atau polpen dan menjawab pertanyaan ala kadarnya.

Proses interview yang berlangsung selama beberapa menit ini harusnya bisa mencuri perhatian HRD dan user agar mereka tidak bisa pindah ke kandidat lainnya.


8. Tidak Mengajukan Pertanyaan Cerdas


Seperti yang saya sampaikan diatas, proses interview tak ubahnya jual beli dimana kedua pihak memiliki hak untuk saling bertanya. Meski terbatas biasanya setiap perusahaan memberi kesempatan untuk kanddidat menanyakan beberapa pertanyaan.

Manfaatkan hal ini untuk membuat user terkesima bahwa kandidat memang yang terbaik. Jangan ajukan pertanyaan yang tidak perlu atau bisa jadi malah menunjukkan kandidat tidak paham sesuatu yang basic seperti profil perusahaan karena bisa didapat melalui internet.

Jangan pula mengajukan pertanyaan seputar benefit karena perusahaan yang baik telah memiliki standar baku untuk masing-masing posisi. Tak terkecuali terkait gaji, perusahaan pun memiliki standar dimana mereka menggunakan range yang tentunya disesuaikan dengan kompetensi dan latar belakang kandidat.


9. Tidak Tanya Tahapan Selanjutnya


Ada baiknya pada sesi penutup untuk menanyakan tahapan selanjutnya seperti apa. Terutama jangka waktu untuk pengumuman sehingga kalau pun tidak lolos ada kepastian.

Bila lolos bisa jadi ada tahapan lebih lanjut semisal medical check up. Hal ini tentu juga butuh persiapan juga bukan. Ingat, digantung itu tidak enak bukan.

Lain cerita bila sejak awal sudah ada info terkait timeline proses rekruitmen. Menanyakan kembali sama artinya kandidat tidak memperhatikan aturan main dengan seksama.


10. Tidak Menindaklanjuti Proses


Proses rekrutmen di tanah air sering kali menjadi proses yang cukup panjang. Bukan satu kali pertemuan dan putus. Terlebih pada perusahaan besar yang melibatkan banyak pihak.

Oleh karena itu menjadi penting untuk senantiasa menindaklanjuti proses yang tengah berjalan. Hal ini harusnya tidak jadi masalah bila kandidat tahu betul aturan main.


11. Sadar Bila Interview Memiliki Posisi Saling Menawarkan


Sepintas memang dalam proses rekrutmen seolah-olah kandidat yang butuh pekerjaan. Tapi secara fakta tidak demikian karena perusahaan pun butuh kandidat terbaik sesuai kualifikasi yang mereka butuhkan.

Bagi mereka yang telah berpengalaman pastinya tahu bahwa interview adalah proses saling ‘menjual diri’ dimana masing-masing pihak bisa berubah keputusan. Menjadi penting juga untuk mencari informasi lebih lanjut agar tidak ada penyesalan dikemudian hari.


12. Jangan Menjelekkan Kantor Lama


Sering terjadi mereka yang sakit hati dengan perusahaan sebelumnya akan melakukan hal ini. Menjelekkan kantor lama seolah hal lumrah padahal ini tidak boleh terjadi.

Bila dilakukan tentu menjadi catatan bagi kandidat, bisa jadi suatu saat nanti keluar akan melakukan hal serupa. Perusahaan juga enggan membahas sesuatu yang sifatnya personal dan mereka ingin fokus dalam ranah profesional saja.


13. Jangan Menjilat


Menjilat disini bisa saja berbentuk pujian berlebihan. Baik untuk user maupun untuk perusahaan. Terlebih bila tidak tahu betul kondisi yang sebenarnya. Bisa jadi akan langsung menutup jalan untuk lanjut ke proses selanjutnya.

Biasanya orang yang suka menjilat akan menjelekkan kantor sebelumnya. Oleh karena itu pahami betul hal-hal seperti ini agar tidak salah dalam menjawab ketika proses interview berlangsung.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama